Hambatan Pemerintah dalam Menanggulangi Penyakit Menular

Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan ketika seorang individu terinfeksi oleh organisme patogen, baik virus, bakteri, jamur, ragi, protozoa atau parasit lain. Penyakit menular dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu pertama penyakit menular yang masuk katagori Millenium Development Goal (MDC) seperti TBC, Malaria, HIV/AIDS , kedua beberapa penyakit yang potensial menjadi wabah seperti yang akhir-akhir ini terjadi pada masyarakat seperti Chikungnya , Demam Berdarah Dengue (DBD) dan SARS. Dalam menangani penyakit menular pada umumnya tidak hanya memikirkan bagaimana si penderita sembuh tetapi ada yang sama pentingnya yaitu mencegah jangan ada yang ketularan

Upaya penanggulangan wabah penyakit menular meliputi:

a. penyelidikan epidemiologis;

b. pemeriksaan, pengobatan, perawatan, dan isolasi penderita, termasuk tindakan karantina;

c. pencegahan dan pengebalan;

d. pemusnahan penyebab penyakit;

e. penanganan jenazah akibat wabah;

f. penyuluhan kepada masyarakat;

g. upaya penanggulangan lainnya.

Untuk melaksanakan upaya – upaya tersebut, dilakukan dengan mengikutsertakan masyarakat secara aktif. Mengingat frekuensi penyakit menular semakin meningkat serta dapat mengakibatkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi, maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap. Namun, dalam pelaksanaanya pemerintah mengalami beberapa kendala. Antara lain:

  1. Makin canggihnya alat transportasi dan komunikasi

Hal ini menyebabkan dunia manusia bebas bergerak dan bepergian keseluruh pelosok dunia dengan mudah dan cepat. Hal ini antara lain mengakibatkan makin mudah berpindahnya penyakit menular.

  1. Beberapa penyakit belum atau tidak dapat dicegah dengan imunisasi seperti flu burung, AIDS, SARS, Demam Berdarah, Malaria, ISPA dan lain – lain. Sehingga imunitas seseorang terhadap penyakit – penyakit tersebut tidak ada. Selain itu, beberapa penyakit virus juga belum ditemukan obatnya.
  2. Tidak ada perbaikan kondisi lingkungan dan perilaku hidup sehat

Kondisi lingkungan yang buruk dapat meningkatkan penularan penyakit, terutama pada Air Borne Disease, seperti TBC. Perilaku seseorang juga berpengaruh terhadap penularan penyakit. Misalnya pada penderita TBC tidak mengetahui bagaimana cara batuk yang benar, maka dia dengan cepat dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain.

  1. Permasalahan penyakit menular di Indonesia yang penularannya melalui gigitan nyamuk kian meluas, bahkan korban demam berdarah banyak berjatuhan.
  2. Pada penderita TBC

Permasalahan dalam pengobatan pasien TBC di rumah sakit swasta dan praktik dokter adalah kurangnya pemantauan terhadap pasien, baik dalam konsistensi kunjungan (berobat) dan meminum obat. mengingat obat TBC diminum sedikitnya enam bulan. Agar pasien patuh, perlu pengawas menelan obat (PMO).

  1. Kurangnya kesadaran masyarakat

Perlunya menumbuhkan kesadaran masyarakat, untuk membantu program pemberantasan penyakit menular, khususnya kasus DBD. Peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan sangat penting. Para pakar kesehatan masyarakat pasti telah banyak merumuskan berbagai kebijakan untuk menggalang kerjasama dan memberdayakan peran serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Karena bila masyarakat sehat, maka negara akan kuat.

  1. Permasalahan ekonomi
  2. Munculnya penyakit – penyakit non menular

Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan ketika seorang individu terinfeksi oleh organisme patogen, baik virus, bakteri, jamur, ragi, protozoa atau parasit lain. Penyakit menular dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu pertama penyakit menular yang masuk katagori Millenium Development Goal (MDC) seperti TBC, Malaria, HIV/AIDS , kedua beberapa penyakit yang potensial menjadi wabah seperti yang akhir-akhir ini terjadi pada masyarakat seperti Chikungnya , Demam Berdarah Dengue (DBD) dan SARS. Dalam menangani penyakit menular pada umumnya tidak hanya memikirkan bagaimana si penderita sembuh tetapi ada yang sama pentingnya yaitu mencegah jangan ada yang ketularan

Upaya penanggulangan wabah penyakit menular meliputi:

a. penyelidikan epidemiologis;

b. pemeriksaan, pengobatan, perawatan, dan isolasi penderita, termasuk tindakan karantina;

c. pencegahan dan pengebalan;

d. pemusnahan penyebab penyakit;

e. penanganan jenazah akibat wabah;

f. penyuluhan kepada masyarakat;

g. upaya penanggulangan lainnya.

Untuk melaksanakan upaya – upaya tersebut, dilakukan dengan mengikutsertakan masyarakat secara aktif. Mengingat frekuensi penyakit menular semakin meningkat serta dapat mengakibatkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi, maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap. Namun, dalam pelaksanaanya pemerintah mengalami beberapa kendala. Antara lain:

  1. Makin canggihnya alat transportasi dan komunikasi

Hal ini menyebabkan dunia manusia bebas bergerak dan bepergian keseluruh pelosok dunia dengan mudah dan cepat. Hal ini antara lain mengakibatkan makin mudah berpindahnya penyakit menular.

  1. Beberapa penyakit belum atau tidak dapat dicegah dengan imunisasi seperti flu burung, AIDS, SARS, Demam Berdarah, Malaria, ISPA dan lain – lain. Sehingga imunitas seseorang terhadap penyakit – penyakit tersebut tidak ada. Selain itu, beberapa penyakit virus juga belum ditemukan obatnya.
  2. Tidak ada perbaikan kondisi lingkungan dan perilaku hidup sehat

Kondisi lingkungan yang buruk dapat meningkatkan penularan penyakit, terutama pada Air Borne Disease, seperti TBC. Perilaku seseorang juga berpengaruh terhadap penularan penyakit. Misalnya pada penderita TBC tidak mengetahui bagaimana cara batuk yang benar, maka dia dengan cepat dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain.

  1. Permasalahan penyakit menular di Indonesia yang penularannya melalui gigitan nyamuk kian meluas, bahkan korban demam berdarah banyak berjatuhan.
  2. Pada penderita TBC

Permasalahan dalam pengobatan pasien TBC di rumah sakit swasta dan praktik dokter adalah kurangnya pemantauan terhadap pasien, baik dalam konsistensi kunjungan (berobat) dan meminum obat. mengingat obat TBC diminum sedikitnya enam bulan. Agar pasien patuh, perlu pengawas menelan obat (PMO).

  1. Kurangnya kesadaran masyarakat

Perlunya menumbuhkan kesadaran masyarakat, untuk membantu program pemberantasan penyakit menular, khususnya kasus DBD. Peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan sangat penting. Para pakar kesehatan masyarakat pasti telah banyak merumuskan berbagai kebijakan untuk menggalang kerjasama dan memberdayakan peran serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Karena bila masyarakat sehat, maka negara akan kuat.

  1. Permasalahan ekonomi
  2. Munculnya penyakit – penyakit non menular

Dengan demikian pemerintah memiliki beban ganda yaitu mengatasi penyakit menular dan mengatasi penyakit tidak menular yang kian hari jumlahnya kian meningkat.

Dengan demikian pemerintah memiliki beban ganda yaitu mengatasi penyakit menular dan mengatasi penyakit tidak menular yang kian hari jumlahnya kian meningkat.

Read more » " title="Share this article on Delicious">Read more » " title="Share this article on Digg">

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Comments links could be nofollow free.

Improve the web with Nofollow Reciprocity.